Sabtu, 07 Juni 2025

Prinsip Pembelajaran dan Asesmen pada Anak Usia Dini

 Prinsip Pembelajaran dan Asesmen pada Anak Usia Dini


  Prinsip Pembelajaran pada Anak Usia Dini menurut Para Ahli / Tokoh

No

Para Ahli / Tokoh

Prinsip Pembelajaran

 

1

Maria Montessori

(1870-1952)

1)    Menekankan proses belajar eksperiensial

2)    Guru membantu menyediakan alat untuk belajar

3)    Lingkungan belajar perlu didesain khusus (prepared environment)

4)    Menekankan pada peace education

 

2

Lev Semanovich Vigotsky

(1896-1934)

1)    Proses belajar yang dinamis dan interaktif

2)    Dialog antar guru dan anak untuk mengembangkan konsep dan pemikiran anak

3)    Kolaborasi guru dan anak untuk meyelesaikan masalah / anak sebagai teman bicara

 

3

Mohammad Sjafe’i

(1893-1969)

1)    Perhatian : kemampuan menyimak pada anak untuk meningkatkan konsentrasi dan pertumbuhan.

2)    Khayal : kemampuan anak dalam berimajinasi untuk mendorong kreativitas

3)    Tenaga Pengingat : stimulasi tactile motoric” (gerak-raba) untuk membantu koordinasi anatar otak dan motorik anak

4)    Pengalaman, Kebiasaan dan Pengetian (Konsep) : pengalaman yang dilakukan secara berulang akan menjadi kebiasaan sehingga memudahkan anak untuk memahami suatu konsep.

4

Ki Hadjar Dewantara

(1889-1959)

1)    Sistem belajar sambil bermain dengan memberika teladan, membangun semangat, dan mendorong anak untuk berkembang

2)    Holistik dengan memperhatikan seluruh aspek perkembangan anak

3)    Pendidikan yang bermakna yang relevan dengan kehidupan dan budaya lokal anak

4)    Berpusat pada anak dengan menjadikan anak sebagai pembelajar aktif yang membangun pengetahuannya melalui pengalaman dan eksplorasi.

5)    Berkesinambungan untuk membentuk dasar jiwa anak dan memepersiapkannya untuk masa depan.

 

 

  Prinsip Asesmen dalam Pembelajaran Anak Usia Dini

Asesmen merupakan proses untuk menetukan kualitas hasil belajar atau proses untuk menetukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran anak (Hazmi, 2019). Konsep asesmen juga sering dihubungkan dengan analisis kebutuhan (need assessment). Asesmen mencakup berbagai langkah yaitu mengumpulkan data tentang perkembangan dan pembelajaran anak, menentukan tentang pentingnya program yang akan dicapai, informasi untuk perencanaan program anak selanjutnya, serta informasi untuk keluarga anak dan pihak lain (Morisson, 2012).

Prinsip-prinsip asesmen yang perlu dipahami adalah sebagai berikut :

1.    Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitas pembelajaran, dan penyedia informasi yang holistic, sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua/wali agar dapat memandu guru dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya.

2.    Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen, dengan keleluasaan untuk menentukan Teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran.

3.     Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar, menetukan keputusan tentang langkah sebagai dasar untuk menyusun program pembelajaran yang sesuai.

4.     Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memebri informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta strategi tindak lanjut.

5.   Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan dan orang tua/wali sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

 

Prinsip Pembelajaran dan Asesmen pada Anak Usia Dini

  Prinsip Pembelajaran dan Asesmen pada Anak Usia Dini   Prinsip Pembelajaran pada Anak Usia Dini menurut Para Ahli / Tokoh No ...