Prinsip Pembelajaran dan Asesmen pada Anak Usia Dini
Prinsip Pembelajaran pada Anak Usia Dini menurut Para Ahli / Tokoh
|
No |
Para Ahli / Tokoh |
Prinsip Pembelajaran |
|
1 |
Maria Montessori (1870-1952) |
1) Menekankan proses belajar eksperiensial 2) Guru membantu menyediakan alat untuk belajar 3) Lingkungan belajar perlu didesain khusus (prepared
environment) 4) Menekankan pada peace education |
|
2 |
Lev Semanovich
Vigotsky (1896-1934) |
1) Proses belajar yang dinamis dan interaktif 2) Dialog antar guru dan anak untuk mengembangkan
konsep dan pemikiran anak 3) Kolaborasi guru dan anak untuk meyelesaikan
masalah / anak sebagai teman bicara |
|
3 |
Mohammad Sjafe’i (1893-1969) |
1) Perhatian : kemampuan menyimak pada anak untuk
meningkatkan konsentrasi dan pertumbuhan. 2) Khayal : kemampuan anak dalam berimajinasi untuk
mendorong kreativitas 3) Tenaga Pengingat : stimulasi “tactile
motoric” (gerak-raba) untuk membantu koordinasi anatar otak
dan motorik anak 4) Pengalaman, Kebiasaan dan Pengetian (Konsep) :
pengalaman yang dilakukan secara berulang akan menjadi kebiasaan sehingga
memudahkan anak untuk memahami suatu konsep. |
|
4 |
Ki Hadjar
Dewantara (1889-1959) |
1) Sistem belajar sambil bermain dengan memberika
teladan, membangun semangat, dan mendorong anak untuk berkembang 2) Holistik dengan memperhatikan seluruh aspek
perkembangan anak 3) Pendidikan yang bermakna yang relevan dengan
kehidupan dan budaya lokal anak 4) Berpusat pada anak dengan menjadikan anak
sebagai pembelajar aktif yang membangun pengetahuannya melalui pengalaman dan
eksplorasi. 5) Berkesinambungan untuk membentuk dasar jiwa anak
dan memepersiapkannya untuk masa depan. |
Prinsip Asesmen dalam Pembelajaran Anak Usia Dini
Asesmen merupakan proses untuk menetukan kualitas
hasil belajar atau proses untuk menetukan tingkat pencapaian tujuan
pembelajaran anak (Hazmi, 2019). Konsep asesmen juga sering dihubungkan dengan
analisis kebutuhan (need assessment). Asesmen mencakup berbagai langkah
yaitu mengumpulkan data tentang perkembangan dan pembelajaran anak, menentukan
tentang pentingnya program yang akan dicapai, informasi untuk perencanaan
program anak selanjutnya, serta informasi untuk keluarga anak dan pihak lain
(Morisson, 2012).
Prinsip-prinsip asesmen yang perlu dipahami adalah sebagai berikut :
1. Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses
pembelajaran, fasilitas pembelajaran, dan penyedia informasi yang holistic,
sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua/wali agar
dapat memandu guru dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya.
2. Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan
fungsi asesmen, dengan keleluasaan untuk menentukan Teknik dan waktu
pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran.
3. Asesmen dirancang secara adil, proporsional,
valid dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar,
menetukan keputusan tentang langkah sebagai dasar untuk menyusun program
pembelajaran yang sesuai.
4. Laporan kemajuan belajar dan pencapaian
peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memebri informasi yang
bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta strategi tindak
lanjut.
5. Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik,
pendidik, tenaga kependidikan dan orang tua/wali sebagai bahan refleksi untuk
meningkatkan mutu pembelajaran.
Dengan memperhatikan beberapa teori oleh pakar pendidikan dalam pemaparan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa prinsip pembelajaran bagi anak usia dini melibatkan seluruh indra yang dimiliki, sehingga anak mendapatkan pengalaman berharga dan pengetahuan baru yang bermakna dan tak terlupakan.
BalasHapusAsesmen dalam pembelajaran tentu saling terkait, dengan dilakukan asesmen guru dapat melihat sejauhmana pembelajaran dan pengalaman yang sudah diperoleh oleh murid, untuk kemudian guru dapat menyusun kembali strategi maupun merancang pembelajaran baru sebagai bentuk perbaikan pembelajaran selanjutnya.